Minggu, 10 Juni 2012

Komite Sekolah


KONSEP DASAR KOMITE SEKOLAH

Komite Sekolah merupakan nama baru pengganti Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3). Secara substansial kedua istilah tersebut tidak begitu mengalami perbedaan. Yang membedakan hanya terletak pada pengoptimalan peran serta masyarakat dalam mendukung dan mewujudkan mutu pendidikan.

Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan di luar sekolah (Kepmendiknas nomor: 044/U/2002). 


Tujuan pembentukan Komite Sekolah adalah:

a. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi serta prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan.

b. Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.

c. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan (Kepmendiknas nomor: 044/U/2002).

Adapun fungsi Komite Sekolah, sebagai berikut:

a. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

b. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/ dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

c. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat.

d. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai:

1) kebijakan dan program pendidikan

2) rencana anggaran pendidikan dan belanja sekolah (RAPBS)

3) kriteria kinerja satuan pendidikan 


Perangkat Organisasi Komite Sekolah
Perangkat organisasi Komite Sekolahmin imal yang harus ada, yang memungkinkan berjalannyaroda organisasi Komite Sekolah adalah: Personel Komite Sekolah, Struktur Organisasidisertai job description setiap personel dan tata-hubungan antarpersonel, Panduan Organisasi(antara lain berupa AD/ART), fasilitas penunjang (Kantor/Sekretariat, tenaga adminstrasi).
Kepengurusan. Komite Sekolah yang terdiri atas personel yang dibentuk berdasarkan ketentuan
yang ada (dijelaskan pada topik Pembentukan Komite Sekolah) dibentuk menjadi sebuah
organisasi yang paling tidak terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota.
Struktur Organisasi. Dalam keadaan organisasi Komite Sekolah dengan kegiatan yang lebih
kompleks, struktur organisasi dapat lebih diperluas dengan beberapa Ketua Bidang, dan beberapa
Seksi.
Job description. Guna menjalankan roda organisasi Komite Sekolah, perlu dibuat job
description bagi setiap personel pada setiap jabatan yang diembannya, sehingga tidak terjaditumpang tindih pelaksanaan tugas. Dalam hal ini job description berupa panduan siapamengerjakan apa dan masing-masing personel bertanggung jawab atas terlaksananya tugas yangia diemban. Terkait dengan job description, juga disusun panduan tata-hubungan antarpersonel.Misalnya Seksi Penggalangan dana masyarakat berada di bawah korrdinasi Ketua BidangSumberdaya. Salah satu hal yang penting diketahui oleh semua angota pengurus Komite Sekolahadalah mengenal satu sama lain dan masing-masing mengetahui kelebihan (dan kalau mungkinkelemahan) masing-masing. Hal ini penting bagi penempatan personel pada jabatan tertentudalam organisasi Komite Sekolah. Perlu dihindari penempatan seseorang dalam organisasiadalah berdasarkan kedudukan, kepangkatan, atau kekayaaan.
AD/ART. AD/ART merupakan salah satu perangkat organisasi yang penting. Dalam hal
organisasi masih merupakan organisasi yang sederhana dengan kegiatan yang masih terbatas,AD/ART tidak harus ada dulu. Akan tetapi Komite Sekolah tetap harus memiliki panduanberorganisasi, dan roda organisasi berjalan berdasarkan panduan tersebut. Dalam AD/ART atauPanduan Organisasi paling tidak harus diatur mengenai: Dasar, Tujuan, dan kegiatan dari KomiteSekolah, ketentuan keanggotaan dan kepengurusan (termasuk masa bakti), hak dan kewajibananggota dan pengurus, ketentuan tentang pengelolan keuangan, mekanisme pengambilankeputusan, perubahan Panduan Organisasi atau AD/ART, dan pembubaran organisasi
Fasilitas Penunjang. Sebuah organisasi dapat dikatakan mustahil berjalan tanapa didukung oleh
fasilitas penunjang. Fasilitas penunjang sebuah Komite Sekolah yang paling sederhana adalahadanya meja kerja bagi Ketua Komite, baik di rumah sang Ketua, di sebuah sekolah, atau bahkandi sebuah Kantor Khusus Komite Sekolah yang memiliki fasilitas ruang-ruang kerja pengurus,ruang rapat, fasilitas administrasi, dan karyawan.
MEMBANGUN ORGANISASI KOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF
Komite Sekolah dapat memutarkan roda organisasi dengan dimulai dengan hal-hal yangsederhana. Hal yang laping sederhana yang dapat dilakukan oleh Komite Sekolah adalahkonsolidasi organisasi
Penyamaan visi.
Sebuah organisasi dapat berjalan apabila semua anggota pengurus dan anggota organisasitersebut memiliki visi yang sama. Telah disinggung di muka bahwa tujuan akhir dari keberadaanKomite Sekolah di setiap satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan adalah untukmemingkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan tersebut. Ada prinsip yang harus dipegangoleh semua anggota Komite Sekolah, yaitu Komite Sekolah tidak mengambil peran satuanpendidikan, tidak juga mengambil peran pemerintah atau birokrasi.
Membangun Tim Yang Efektif
Sebuah organisasi tidak akan dapat berjalan dengan baik apabila tidak terjadi kebersamaan didalam tim. Oleh karena itu perlu dibangun sistem kebersamaan, yaitu membangun sebuah TeamWork yang efektif (Paparan tentang Team Work, tersedia secara terpisah).
Mengembangkan Kreativitas
Sebuah organisasi akan berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien apabila organisasi tersebutdipenuhi oleh orang-orang yang penuh kreativitas. Orang yang kreatif adalah orang yang selalubertanya tentang sesuatu yang dianggap masalah. Orang kreatif adalah orang yang selalu berfikiruntuk menemukan solusi untuk memecahan suatu masalah. Orang yang kreatif selalu memilikigagasan-gagasan baru, yang kadang-kadang tidak pernah dipikirkan orang lain. Organisasi yangbaik adalah organisasi yang mendukung pengembangan kreativitas.
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KOMITE SEKOLAH BERDASARKAN
MASALAH YANG DITEMUKAN
Sebuah Komite Sekolah dapat menjalankan roda organisasi melalui berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut barangkali ada yang belum menyentuh substansi peningkatan mutu pendidikandi satuan pendidikan tersebut. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah konsolidasiorganisasi seperti yang disinggung di muka. Kegiatan lain adalah misalnya penyusunan PanduanOrganisasi atau Penyusunan AD/ART atau melengkapi kelengkapan organisasi.
Komite Sekolah yang telah memenuhi syarat minimal sebagai sebuah organisasi, dapatmelangkah lebih jauh dalam menjalankan roda organisasi, dan mulai menyentuh substansi mutupendidikan. Dalam hal ini Komite Sekolah dapat memulai kegiatannya dengan berangkat dariupaya pemecahan masalah yang dapat diidentifikasi. Berikut ini tahap-tahap yang dapatdilakukan oleh Komite Sekolah.
Identifikasi Masalah.
Setiap sekolah atau satuan pendidikan tentu memiliki maslah yang berbeda-beda. Langkah yangperlu dilakukan oleh Komite Sekolah dalam menjalankan roda organisasi adalan identifikasimasalah, baik masalah akademik, maupun masalah non-akademik. Dapat dipastikan bahwa akanbanyak sekali masalah yang dapat diidentifikasi (Teknik identifikasi masalah disajikan dalamsesi tersendiri).
Menentukan Prioritas. Dari sekian banyak masalah yang berhasil diidentifikasi harus dipilih
masalah yang akan menjadi prioritas, dikaitkan dengan ketersediaan personel, dana, dan
penunjang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar